Neraca : Pengertian, Unsur, Manfaat, Bentuk Dan Contohnya

Posted on
Neraca : Pengertian, Unsur, Manfaat, Bentuk Dan Contohnya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Neraca Serta Unsur, Manfaat, Bentuk Dan Contohnya

Neraca – Nah inilah arti neraca yang sering digunakan orang sebagai referensi dalam mengartikan apa itu pengertian Neraca. Tentu saja banyak diantara kita yang masih belum mengetahui apa itu Neraca ?? Untuk lebih jelasanya simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Neraca “Balance Sheet”

Lantas apa yang dimaksud bersama neraca ?? Pengertian Neraca ialah tidak benar satu anggota dari laporan keuangan suatu entitas bisnis/perusahaan yang didalamnya terdapat informasi berkenaan aktiva, kewajiban, serta ekuitas pemegang saham pada akhir periode akuntansi perusahaan tersebut.

Laporan posisi keuangan “Balance Sheet atau Statement Of Financial Position” atau neraca adalah suatu laporan yang perlu dibikin oleh sebuah perusahaan. Laporan berikut nantinya akan jadi dasar bagi suatu entitas bisnis/perusahaan dalam membuat ketentuan bisnis.

Perusahaan yang tidak mampu membuat laporan neraca akan diakui gagal dikarenakan tidak mampu beri tambahan informasi perlu kepada stakeholder, pemerintah, akademisi dan pihak-pihak lain yang berperan dalam membuat kebijakan.

Unsur-Unsur Neraca

Mengacu terhadap pengertian neraca diatas, terdapat tiga unsur mutlak di dalam neraca keuangan yaitu aktiva, kewajiban dan ekuitas. Nah berikut penjelasan perihal unsur-unsur neraca tersebut:

Baca Juga  Buku Besar : Pengertian Secara Umum, Menurut Para Ahli, Fungsi, Macam, Bentuk Dan Contoh

Aktiva “Aset”

Aktiva atau aset ialah kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas usaha yang dikehendaki memberi tambahan fungsi usaha di jaman depan. Aktiva bisa dibedakan jadi dua model yaitu:

Aktiva Lancar

Aktiva lancar ialah aset yang umur kegunaannya untuk jangka pendek. Proses pencarian aktiva lancar ini kurang dari atau maksimal 1 tahun. Beberapa yang termasuk didalam aktiva lancar ialah:

  • Kas
  • Piutang
  • Perlengkapan
  • Persediaan
  • Biaya dibayar di muka
Aktiva Tetap

Aktiva tetap ialah aset yang umur kegunaannya untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang, lebih dari setahun. Aset ini umumnya digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan. Beberapa yang termasuk dalam aktiva tetap ialah:

  • Tanah
  • Gedung
  • Mesin
  • Peralatan

Aset jenis ini mengalami penyusutan karena penggunaan dan berkurangnya masa pakai. Selain itu aktiva tetap juga memiliki bentuk lain yaitu aktiva tetap tak berwujud. Beberapa yang termasuk aktiva tetap tak berwujud ialah:

  • Hak paten
  • Hak cipta
  • Merk dagang
  • Hak sewa

Pasiva “Liability”

Pasiva ialah kewajiban pembayaran yang harus dilakukan oleh suatu entitas bisnis kepada pihak lain, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Beberapa yang termasuk di dalam pasiva ialah:

  • Utang
  • Pendapatan dibayar di muka
  • Akrual “biaya yang akan jatuh tempo”

Pasiva atau kewajiban dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang ialah setiap utang yang periode pembayarannya relatif lama. Beberapa yang termasuk utang jangka panjang diantaranya:

  • Utang obligasi “bondpayable”
  • Utang hipotek “mortage payable”
  • Dan lain-lain
Utang Jangka Pendek

Utang jangka pendek adalah semua utang yang harus dibayarkan dalam waktu relatif lama, paling lambat satu tahun. Beberapa yang termasuk di dalam utang jangka pendek antara lain:

Baca Juga  √ Pengertian Akuisisi Secara Umum & Menurut Para Ahli Serta Tujuan - Jenis - Manfaat - Kelebihan - Kekurangan

Neraca : Pengertian, Unsur, Manfaat, Bentuk Dan Contohnya

Modal “Equity”

Modal ialah uang atau barang yang dipakai sebagai dasar untuk melakukan suatu pekerjaan. Dalam hal ini modal dalam neraca ialah saldo dari modal akhir sebuah perusahaan dalam satu periode akuntansi.

Dengan kata lain, modal atau equity merupakan selisih atau nilai lebih assets dikurangi dengan liabilities.

Equity = Asset – Liability

Manfaat Neraca “Balance Sheet”

Sesuai dengan pengertian neraca, berikut ini ialah beberapa manfaatnya bagi suatu perusahaan yaitu:

  • Berguna sebagai alat untuk analisis perubahan kondisi keuangan suatu perusahaan secara berkala dari tahun ke tahun.
  • Berguna sebagai alat untuk analisis likuiditas suatu entitas bisnis sehingga diketahui kemampuan suatu perusahaan untuk melakukan kewajibannya dengan harta likuid.
  • Berguna sebagai alat untuk analisis kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek sebelum jatuh tempo.

Bentuk Dan Contoh Laporan Neraca

Terdapat dua bentuk penyajian laporan posisi keuangan yaitu Stafel “laporan” dan Skontro “rekening”. Penyajian laporan neraca tersebut sebaiknya disesuaikan dengan jumlah pos akan yang dipakai oleh entitas bisnis.

Bentuk penyajian Stafel yang memanjang ke bawah akan lebih efektif dipakai bila akun dalam perusahaan tersebut jumlahnya banyak. Dan penyajian Skontro yang menyamping lebih efektif dipakai bila akun pada perusahaan jumlahnya sedikit.

Bentuk Skontro “Rekening

Laporan neraca bentuk Skontro menyajikan rekening dalam dua sisi. Pada sisi kanan ialah komponen pasiva yaitu modal dan kewajiban. Sedangkan sisi kiri adalah aktiva yaitu semua akun dengan klasifikasi aktiva.

Berikut contohnya:

Neraca : Pengertian, Unsur, Manfaat, Bentuk Dan Contohnya

Bentuk Stafel “Laporan”

Neraca bentuk Stafel dibuat secara berurutan, mulai dari aktiva, pasiva dan modal. Berikut ialah contoh laporan posisi keuangan dengan format Stafel.

Neraca : Pengertian, Unsur, Manfaat, Bentuk Dan Contohnya

Demikianlah pembahasan mengenai Neraca : Pengertian, Unsur, Manfaat, Bentuk Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan selanjutnya. 🙂 🙂 🙂