Kelenjar Pineal : Pengertian, Struktur, Fungsi, Cara Kerja, Kelainan Dan Upaya Mengatasinya

Posted on
Kelenjar Pineal : Pengertian, Struktur, Fungsi, Cara Kerja, Kelainan Dan Upaya Mengatasinya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Kelenjar Pineal Serta Struktur, Fungsi, Cara Kerja, Kelainan Dan Upaya Mengatasinya

Kelenjar Pineal – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Kelenjar Pineal yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian kelenjar pineal, fungsi kelenjar pineal, struktur kelenjar pineal, cara kerja kelenjar pineal dan kelainanya kelenjar pineal.

Pengertian Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal ialah kelenjar yang terletak di dekat pusat otak “tengah-tengah otak”, tidak hanya pada manusia, kelenjar pineal bisa ditemukan dibeberapa hewan mamalia dan hewan vertebrata. Pada hewan vertebrata, kelenjar pineal berada di lapisan germinal embrio vertebrata tepatnya di lapisan ektoderm. Lapisan ektoderm ialah lapisan tempat di mana terdapat epidermis kulit dan turunannya.

Kelenjar ini peran dalam irama “ritme” biologis, reaksi yang dihasilkan dari kelenjar pineal ialah hormon melantonin dan pinolin. Hormon melantonin dan pinolin pada kelenjar pineal akan menimbulkan efek siklus gelap/terang.

Bahan kimia yang mengatur kerja kelenjar pineal ialah amina Hormon melantonin memiliki fungsi untuk menginduksi mitosis. Hormon melantonin memiliki penyusun berupa asam amino termodifikasi, pinolin membantu replikasi DNA serta aktivator fungsi otak.

Struktur Kelenjar Pineal

Ukuran dari kelenjar pineal pada manusia sekitar 8 mm dengan warna kemerahan abu-abu berukuran kacang polong. Struktur kelenjar pineal kalau dilihat dari perkembangannya, berasal dari perluasaan hipotalamus. Hipotalamus berfungsi sebagai pada fungsi otak. Kelenjar pineal terbagi menjadi 2 “dua” belahan dengan alur badan talamik bulat bergabung yaitu lobular parenkim dari pinealocytes. Berdasarkan struktur, kelenjar pineal tersusun dari:

Baca Juga  Uterus (Rahim) : Pengertian, Struktur, Bagian, Lapisan, Tujuan Dan Fungsinya
  • Peredaran darah
  • Sistem saraf
  • Sel
  • Pembangun
  • Simetri

Beberapa sel yang teridentifikasi pada kelenjar pineal, ini dia sel yang ada dalam kelenjar pineal ialah sebagai berikut:

  • Pinealocytes, terletak dibelakang ventrikel ketiga diantara 2 “dua” belahan otak, berfungsi sekresi hormon melantonin.
  • Interstitial cells, sel yang memberi bentuk pada kelenjar pineal, bentuk memanjang dan sitoplasma berwarna gelap.
  • Neuron pineal, bagian neuron pada hewan vertebrata.
  • Peptidergic neuron like-cell, sel yang mengatur peracrine terdapat pada beberapa spesies.
  • Perivascular phagocyte, sel yang terletak dekat pembuluh darah sebagai sel antigen, sel ini dapat ditemukan pada bagian kelenjar pineal pada tikus.

Fungsi Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Tempat untuk mengatur pigmentasi kulit.
  • Berhubungan dengan sel-sel yang sensitif cahaya.
  • Aktivitas seksual.
  • Berhubungan dengan saraf mata “penglihatan”.
  • Pusat penerima dari seluruh sensor eterik seperti penglihatan, pendengaran, emosi dan lainnya.
  • Mengatur waktu biologis yang berhubungan dengan musim dan cahaya.
  • Pengatur suhu tubuh.
  • Sebagai mata ketiga dan berhubungan dengan rohani.

Cara Kerja Kelenjar Pineal

Cara kerja kelenjar pineal saat waktu tidur berhubungan dengan waktu malam dan siang. Saat malam hari, hormon melantonin pada kelenjar pineal akan bekerja lebih lama dibandingkan siang hari. Panjangnya waktu yang menghasilkan hormon melantonin berhubungan dengan jam biologis manusia.

Sedangkan cara kerja kelenjar pineal ketika melakukan aktivitas seksual tiap tingkatan umur berbeda. Pada saat kalian masih anak-anak, kelenjar pineal dan kelenjar tymus akan berada dalam kondisi aktif sehingga menghambat perkembangan seksual. Dengan demikian saat masa pubertas kelenjar pineal akan mengalami penyusutan dan mengeluarkan sedikit melatonin.

Adapun cara kerja kelenjar pineal berhubungan dengan mata ketiga dan rohani hampir sama seperti cara kerja saat kalian masih anak-anak. Hanya saja ketika berhubungan dengan mata ketiga dan rohani. Kelenjar pineal akan menghasilkan DMT “Dimethyltryhptamine” yaitu zat yang menghubungan antara nyata dan tidak nyata membentuk pola resonansi. Dalam kondisi ini seseorang bisa kembali ke dunia nyata dimana kita bisa melihat secara nyata dan tidak nyata. Selama kelenjar pineal aktif dan melepaskan DMT maka terjadi proses biokimia dan bioelektronik, kelenjar ini bisa aktif karena tergantung pada aktivitas yang dilakukan oleh individu maupun lingkungan.

Baca Juga  Kelenjar Timus : Pengertian, Fungsi, Struktur, Bagian, Kelainan Dan Gambarnya

Kelainan Kelenjar Pineal

Keberadaannya yang dapat memberikan manfaat tentunya akan bermanfaat jika kelenjar ini dimanfaatkan dengan cara baik dan tepat. Beberapa kemungkinan kelainan yang bisa terjadi pada kelenjar pineal. Pertama masa pubertas anak tidak saat fase usia yang seharusnya.

Pertumbuhan anak dapat terganggu karena anak sudah mengalami masa pubertas sedangkan dari faktor fase kehidupan dan usianya tidak sesuai. Akibat pengaruh lingkungan yang meningkatkan gejala pubertas dan masa baligh mereka sehingga fase tersebut lebih cepat terjadi dari usia yang seharusnya. Hal ini akan lebih parah jika ditambah dengan hormon melantonin yang diproduksi sedikit.

Kedua jika anak dilatih dengan tekun, maka kerja otak anak bisa semakin meningkat. Kalau dilihat dari potensi positifnya. Contohnya saat seseorang ilmuwan menciptakan teori yang diluar batas kemampuan nalar orang awam disitu justru ada peran dari kelenjar pineal.

Jika hal ini disalahgunakan seperti menggunakannnya untuk tindak kriminal melalui hiposis. Dengan demikian dampak negatif yang mungkin bisa dirasakan atau mungkin bisa berdampak lebih berbahaya kalau seseorang mempelajarinya dengan cara yang tidak tepat. Selain itu kelenjar pineal bisa mengalami gangguan apabila saat di rotgen mengalami Space Occupying Lesion “SOL” ialah munculnya fraktur pada tulang tengkorak frontal atau basilar sehingga menimbulkan rasa sakit.

Upaya Mengatasi Kelainan Kelenjar Pineal

Setiap penyakit pastinya ada obat yang dapat mengatasi dan menghilangkannya. Ini dia cara yang dapat dilakukan apabila seseorang mengalami kelainan pada kelenjar pineal. Namun bagi kalian yang belum memiliki kelainan pada kelenjar pineal kalian tidak masalah, lebih baik mencegah bukan.

  • Meditasi.
  • Mendekatkan diri kepada sang pencipta.
  • Hindari perilaku negatif dan perbanyak kegiatan positif.
  • Konsultasi ke dokter spesialis saraf.
Baca Juga  Cairan Serebrospinal (CSS) : Pengertian, Proses Terbentuk, Letak, Aliran Dan Fungsinya

Demikianlah pembahasan mengenai Kelenjar Pineal : Pengertian, Struktur, Fungsi, Cara Kerja, Kelainan Dan Upaya Mengatasinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan selanjutnya. 🙂 🙂 🙂