Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Struktur, Fungsi, Penyebab, Gejala, Gangguan, Penyakit Dan Penanganannya

Posted on
Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Struktur, Fungsi, Penyebab, Gejala, Gangguan, Penyakit Dan Penanganannya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Kelenjar Paratiroid Serta Struktur, Fungsi, Penyebab, Gejala, Gangguan, Penyakit Dan Penanganannya

Kelenjar Paratiroid – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Kelenjar Paratiroid yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian kelenjar paratiroid, struktur kelenjar paratiroid, fungsi kelenjar paratiroid, penyebab kelenjar paratiroid, gejala kelenjar paratiroid, Gangguan Kelenjar Paratiroid  dan penyakit kelenjar paratiroid. Nah untuk lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid berada di leher yang mana kelenjar ini berada bersamaan dengan adanya kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid sering juga disebut sebagai kelenjar anak gondok. Kelenjar paratiroid akan menghasilkan hormon paratiroid “parathormon”.

Kelenjar paratiroid terletak di posterior “belakang” lobus. Kelenjar paratiroid memiliki bentuk seperti biji kacang dengan jumlah ada 2 “pasang” kelenjar atau setara dengan jumlah sebanyak 4 “empat”.

Hasil sekresi dari hormon paratiroid tidak diatur oleh tiroid melainkan melalui mekanisme umpan balik sehingga kadar kalsium pada tubuh menurun maka jumlah hormon paratiroid banyak. Kemudian saat jumlah hormon paratiroid menurun maka jumlah kadar kalsium pada tubuh lebih banyak.

Struktur Kelenjar Paratiroid

Pada kelenjar paratiroid ada 2 sel penyusun yakni sel oksifil dan sel prinsipal.

  • Sel oksifil ialah memiliki ukuran yang besar dan terdapat dalam jumlah yang sedikit. Sel oksifil mengandung granula oksifil dan mitokondria dalam sitoplasma sebagai salah satunya. Namun untuk fungsi dari sel oksifil masih banyak para ahli yang belum mengetahui, kemungkinan bahwa sel oksifil merupakan modifikasi dari sel prinsipal “chief/utama”.
  • Sel prinsipan “chief/utama” ialah sel yang menghasilkan dan menggetahkan parathormon, sel prinsipal bisa bekerja karena terdapat aparatus golgi.
Baca Juga  Epididimis : Pengertian, Fungsi, Struktur, Bagian, Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya

Fungsi Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid memiliki manfaat yang begitu banyak bagi tubuh kita, nah berikut ini beberapa fungsi yang dapat kita rasakan tanpa kita sadari.

  • Pengatur dan pengendali kecepatan metabolisme tulang.
  • Pengatur kadar serum kalsium tubuh dengan mempengaruhi tulang, ginjal dan usus untuk resopsi kalsium.
  • Meningkatkan kecepatan remodeling kerangka dan kecepatan resorpsi tulang.
  • Meningkatkan jumlah osteoblas dan osteoklas pada permukaan tulang.
  • Peningkatan awal dalam memasukkan kalsium ke sel-sel jaringan tertentu.
  • Pengubah keseimbangan asam-basa tubuh.
  • Meningkatkan kadar kalsium plasma.
  • Mengurangi kadar fosfar plasma.
  • Meningkatkan absorpsi kalsium dari usus sebagai proses pencernaan makanan.

Penyebab Kelenjar Paratiroid

Fungsi kelenjar paratiroid bila tidak terjaga dalam kondisi yang baik sering kali mengalami beberapa gejala maupun tanda awal penyebab penyakit kelenjar paratiroid bisa terjadi. nah berikut ini kemungkinan penyebab yang dapat menyebabkan kalian mengalami masalah pada kelenjar paratiroid.

  • Riwayat genetik “keluarga”
  • Bayi lahir pada kondisi ibu yang mengalami diabetes
  • Penyakit autoimun “antibodi yang melawan jaringan paratiroid karena dianggap benda asing”
  • Level magnesium rendah
  • Pengobatan radioterapi kanker
  • Kekurangan hormon adrenal

Gejala Kelenjar Paratiroid

Gejala pada kelenjar paratiroid dapat ditimbulkan sebagai berikut:

  • Hipoparatiroidisme memiliki gejala klinis seperti penipisan bulu/rambut pada alis mata, katarak, kekelahan, memiliki masalah ingatan, kulit yang kering dan kuku mudah rapuh, depresi atau perubahan suasana hati, nyeri menstruasi, pusing, otot kedut atau kejang di area mulut, tenggorokan, tangan dan lengan, otot nyeri atau kram yang menyerang otot wajah, perut, kaki dan tungkai.
  • Hiperparatioidisme memiliki gejala klinis seperti cepat lelah, otot menjadi lemah, konstipasi, resorbsi kalsium dari tulang meningkat, hiperkalsemia dan resorbsi kalsium meningkat.

Gangguan Atau Kelainan Pada Kelenjar Paratiroid

Setelah kalian mengetahui gangguan atau kelainan hipoparatiroid dan hiperaratiodisme, berikut ini penjelasan secara lebih lanjut mengenai gangguan dan kelainan pada kelenjar paratiroid.

  • Hipoparatiroid
    Kondisi dimana kalsium tidak bisa diambil oleh hormon paratiroid sehingga hormon tidak dapat bekerja pada tingkat jaringan. Hipoparatiroid bisa dikatakan sebagai kondisi dimana hormon paratiroid berkurang sehingga tubuh mengalami gejala kekejangan otot. Hal ini didukung dengan jumlah kalsium pada tubuh berada dalam jumlah yang sedikit.
  • Hiperparatiroidisme
    Jika jumlah hormon paratiroid ada dalam tubuh dengan jumlah yang banyak. Fungsi kalsium yang seharusnya meningkatkan kekuatan tulang, justru menyebabkan tulang mudah rapuh. Hal ini karena kadar kalsium dalam darah meningkat sehingga menyebabkan kalsium mengendap dalam ginjal. Hiperparatiroidisme semakin parah apabila munculnya batu ginjal. Keadaan hiperparatiroidisme ini memiliki jumlah hormon paratiroid yang banyak.
Baca Juga  Ovum (Sel Telur) : Pengertian, Fungsi, Struktur, Proses Pembentukan Dan Gambarnya

Penyakit Kelenjar Paratiroid

Berikut ini penyakit yang bisa ditimbulkan bila kalian mengalami kelainan kelenjar paratiroid yaitu:

  • Osteoporosis
    Osteoporosis ialah penyakit yang menyebabkan kekurangan vitamin d, kekurangan vitamin d bisa menyebabkan tubuh mengalami hipoparatiroid, akibat dari osteoporosis ialah massa tulang cenderung rendah.
  • Tumor Jaringan Paratiroid
    Kelainan tumor jaringan paratiroid bisa terjadi apabila penderita mengalami hiperparatiroidisme, keadaan dimana sekresi hormon paratiroid berlebihan.

Batu Ginjal

Jumlah kalsium dalam darah meningkat sehingga produksi urine banyak menghasilkan kalsium.

  • Tetani
    Sekresi hormon paratiroid sedikit karena jumlah darah yang mengandung sedikit kalsium. Efek samping dari tetani ialah adanya sensasi nyeri pada ekstremitas dan kedut otot.
  • Osteitis Fibrosa Sistika
    Penyakit tulang yang memiliki ciri khas pada bagian yang keropos. Keadaan ini akibat dari kalsium yang keluar kembali dari tulang dan dimasukkan kembali ke dalam serum darah. Osteitis fibrosa sistika bisa menyebabkan kista pada tulang.

Pencegahan Dan Penanganan Kelainan Pada Kelenjar Paratiroid

Banyaknya penyakit dan kelainan yang akan ditimbulkan jika penderita mengalami kekurangan atau kelebihan dari kelenjar paratiroid perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan. Nah berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menanganinya.

  • Operasi kelenjar paratiroid
  • Tes darah untuk mengukur kadar hormon dan tingkat kalsium
  • Mengkonsumsi vitamin d sesuai aturan
  • Olahraga yang teratur

Demikianlah pembahasan mengenai Kelenjar Paratiroid : Pengertian, Struktur, Fungsi, Penyebab, Gejala, Gangguan, Penyakit Dan Penanganannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan selanjutnya. 🙂 🙂 🙂