Diferensiasi Sosial : Pengertian, Contoh, Ciri, Jenis Dan Bentuknya

Posted on
Diferensiasi Sosial : Pengertian, Contoh, Ciri, Jenis Dan Bentuknya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Diferensiasi Sosial Serta Contoh, Ciri, Jenis Dan Bentuknya

Diferensiasi Sosial – Dalam istilah diferensiasi sosial mungkin hal ini terdengar asing bagi sebaian orang. Istilah demikian ini biasanya digunakan untuk mengelompokkan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan aspek tertentu. Nah agar lebih memahami dan mengerti tentang Diferensiasi Sosial simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Pengertian Diferensiasi sosial ialah pembedaan anggota masyarakat secara horizontal, yang artinya pembedaan ini masih mempunyai derajat atau tingkatan yang sama.

Sebagai contoh, pembedaan masyarakat yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis suku bangsa, agama, pekerjaan dan jenis kelamin tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah antara satu dengan yang lainnya.

Menurut Soerjono Soekanto, hal ini merupakan bentuk dari variasi pekerjaan, prestise dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat. Artinya diferensiasi itu bisa menunjukkan keragaman yang dimiliki suatu bangsa.

Contohnya saja di Indonesia ada banyak keragaman yang sangat banyak dan bisa menjadi potensi dalam pembangunan baik dari suku, adat istiadat, bahasa, budaya, agama dan lain sebagainya. Nah sampai sini kita ketahui bahwa konsep ini lebih diartikan sebagai keberagaman yang bersifat horizontal, bukan sebagai pembeda kelas yang bersifat vertikal.

Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Adapun ciri-ciri diferensiasi sosial disin terbagi atas ciri fisik, ciri sosial dan ciri budaya, untuk lebih jelas dari masing-masing sebagai berikut:

  • Ciri fisik berhubungan dengan sifat yang dibawa oleh ras seperti bentuk dan warna rambut, postur tubuh, warna mata dan lain sebagainya.
  • Ciri sosial ialah ciri yang berkaitan dengan fungsi individu dalam bermasyarakat, kita semua pasti tahu bahwa setiap individu dalam masyarakat memiliki tugas yang berbeda berkaitan dengan profesi, pekerjaan atau mata pencaharian.
  • Ciri budaya berhubungan dengan adat-istiadat maupun kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat. Di Indonesia ada banyak sistem budaya yang menjadi ciri khasnya masing-masing seperti yang terdapat pada masyarakat Jawa, Bali, Sunda, Madura, Batak, Dayak dan lain sebagainya.
Baca Juga  Radikalisme : Pengertian, Sejarah, Ciri Dan Faktor Penyebabnya

Jenis-Jenis Diferensiasi Sosial

Berdasarkan jenisnya, terbagi menjadi diferensiasi tingkatan “rank differentiation”, diferensiasi fungsional “functional diffrentiation” dan diferensiasi adat “custom differentiation”.

  • Diferensiasi tingkatan terjadi pada penyaluran barang atau jasa yang dibutuhkan di suatu daerah, hal ini menyebabkan barang atau jasa tersebut memiliki perbedaan harga. Perbedaan harga tersebut terjadi karena penyalurannya melalui berbagai tangan untuk sampai ditujuan.
  • Diferensiasi fungsional dapat dilihat di suatu lembaga sosial, adanya pembagian kerja yang berbeda-beda yang menyebabkan setiap orang harus melaksanakan kewajiban sesuai dengan fungsinya.
  • Diferensiasi adat merupakan aturan atau norma yang mengikat di suatu masyarakat. Adanya norma ini bertujuan untuk mengatur ketertiban masyarakat. Perbedaan-perbedaan sosial di masyarakat bukan menjadi sebuah konflik, tapi akan memenuhi kedudukan yang ada sesuai dengan hak masing-masing di masyarakat tersebut.

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

Ada beberapa bentuk diferensiasi sosial jika dilihat dari berbagai sudut pandang:

Berdasarkan Parameter Sosiokultural

Berdasarkan parameter sosiokultural diferensiasi sosial dibagi menjadi beberapa bentuk:

Diferensiasi Suku Bangsa “Tribal Differentiation”

Suku bangsa atau yang biasa disebut sebagai kelompok etnis merupakan kelompok manusia yang terbentuk berdasarkan garis keturunan yang dinggap sama. Identitas suatu suku bangsa ditandai dengan adanya pengakuan dari kelompok lain mengenai ciri khas yang dimiliki kelompok tersebut, seperti ciri budaya, bahasa, agama, tingkah laku dan ciri fisiknya.

Kebanyakan anggota suku bangsa ini ditentukan berdasarkan garis keturunan. Kendali demikian, ada juga yang ditentukan berdasarkan agamanya. Contohnya seperti di negara Malaysia, keturunan muslim biasa disebut suku Melayu.

Sedangkan umat beragama nasrani biasa disebut sebagai orang Serani. Suatu suku bangsa baru juga bisa terbentuk karena adanya percampuran ras. Contohnya seperti ras Mulato untuk campuran ras Negroid Kaukasoid.

Baca Juga  Keluarga : Pengertian Secara Umum, Menurut Para Ahli, Karakteristik, Peranan, Tugas, Fungsi, Jenis Dan Bentuknya
Diferensiasi Klan “clan differentiation”

Klan merupakan kesatuan terkecil dari kerabat unilateral. Klan terbentuk berdasarkan hubungan darah yang kuat. Dalam diferensiasi ini, dikenal istilah partilineal dan matrilineal. Patrilineal merupakan kekerabatan berdasarkan garis keturunan ayah, sedangkan matrilineal merupakan kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu. Adapun ciri-ciri diferensiasi klan ialah sebagai berikut:

  • Merupakan kelompok kerja sama abadi.
  • Hubungan di antara anggotanya sangat erat.
  • Ikatan keanggotannya berdasarkan hubungan darah atau persamaan leluhur.
  • Pemilihan pasangan hidup ditetapkan menurut prinsip endogami, artinya pasangan hidup harus berasal dari klan yang sama.
Diferensiasi Agama “region diffrentiation”

Diferensiasi agama merupakan penggolongan manusia berdasarkan agamanya. Agama ialah keyakinan yang menghubungkan manusia dengan aturan kehidupan. Agama memiliki berbagai simbol dan sejarah suci yang bertujuan untuk menjelaskan asal usul dan arti kehidupan.

Bisa dikatakan kalau agama sebenarnya memiliki ikatan yang kuat dengan manusia karena semua agama memiliki aturan, kitab suci dan tempat suci yang memengaruhi kehidupan umatnya.

Diferensiasi Profesi “profession diffrentiation”

Setiap anggota masyarakat memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. Karena itulah profesi atau pekerjaan orang pun berbeda-beda. Setiap profesi memiliki kehormatan tersendiri meski cara kerja mereka yang berbeda-beda.

Berdasarkan Parameter Biologis

Berdasarkan parameter biologis, diferensiasi sosial dibagi menjadi tiga bentuk yaitu:

Diferensiasi Jenis Kelamin

Diferensiasi ini dilakukan berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki atau perempuan. Biasanya laki-laki berperan untuk mencari nafkah, sedangkan perempuan berperan untuk mengurus keperluan rumah tangga.

Tapi sekarang ini, peran manusia telah banyak berubah. Banyak perempuan yang ikut mencari nafkah untuk keluarganya. Kendati demikian keduanya tetap memiliki kedudukan yang sama, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.

Baca Juga  √ Pengertian Modernisasi Secara Umum & Menurut Para Ahli Serta Ciri - Syarat - Dampak - Contoh
Diferensiasi Ras

Penggolongan ini berdasarkan ciri fisik, asal usul geografis, penampilan dan suku bangsanya.

Diferensiasi Umur

Umur merupakan satuan waktu yang digunakan untuk mengukur keberadaan kita sebagai makhluk hidup. Selama ini banyak orang yang beranggapan kalau semakin tua seseorang maka semakin tinggi kedudukannya. Anggapan ini sebenarnya keliru, perbedaan umur tidak membuat seseorang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari orang lain.

Demikianlah pembahasan mengenai Diferensiasi Sosial : Pengertian, Contoh, Ciri, Jenis Dan Bentuknya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan selanjutnya.  🙂 🙂 🙂